Tuesday, 24 June 2008

My Last Twenties

My Last Twenties.


Yoi, 29 tahun di 2008 ini.
Pfuh…berasanya sih biasa aja.
Ngga nambah tua...begitu jawaban saya waktu Mark Giddens bertanya.

Yups, ultah kemarin, berjalan seperti biasa.
Tak ada pesta maksudnya.
Dan tetap bekerja selagi masih bisa.

Meski demikian, cukup asik lah.
Paling tidak masih sempat menyusuri pantai Senggigi.
Rupanya tak secantik yang terbayang.

Yang istimewa,
doa tulus dari sejumlah orang baru yang ku kenal selama liputan.
Buat kami berdua.
Sangat sangatt senang.
Juga pelukan hangat dan tangis haru juga bahagia.

Lalu ada sedikit ucapan sms, email, komentar dan bebek koneng yang lucu pada beberapa hari selanjutnya.
Juga kabar kedatangan kawan lama dari negeri sebrang.
Ugh ugh senangnya luar biasa.

Terima kasih banyak kawan, Masih mengingatnya.
Masih ada di setiap langkah hidup saya.
Masih mengkasihi saya
Memberi kekuatan.

Ulang tahun buat saya mungkin nyaris tiada makna.
Layaknya hari-hari biasa.
Penanda langkah dan ingatan akan yang sudah lewat.

Idealnya, jadi titik untuk menetap rencana guna langkah ke depan.

Tapi saya pilih mengalir saja.
Cuma ingin sehat dan tetap positif meski “Dia” lupa atau menguburnya.
Dan lintasan ingatan saya belum mau menghapusnya.
Saya masih menantinya meski sakitt.

Apapun adaku, Kawan…aku sayang kalian.

Salam hangat
Atik


                            

Sunday, 01 June 2008

Noon Blues

Mendung tebal menghampiri lagi.
Jadi gerimis atau hujan badai di terik siangku ?

Ah, kadang pikir bodohku hanya ingin semua ini hilang
tertidur selamanya
damai dalam mimpi
aku menari padang rumput luas itu.

Kalimat panjang tersusun rapi
sayapku patah lagi
Asa terhempas
Jadi debu tertiup angin
Entah kemana dia akan pergi.

Will I ever be love for eternity ?

Wednesday, 14 May 2008

In the memory of Alex

A dear friend has gone forever.
With tragic incredible shock of the cause.
I thought his life is perfect.
Young, cute, kind heart with briliant future.
Still can't fully understand WHY ???

I guess a farewel is the best thing I can do for him.
His nice, kind, friendly memories will remains forever.
It's at Sidoarjo, when we're cover the hot mud story, get sunburned together, had second lunch at Surabaya airoprt, went back with cheap flight and leave you all alone reading"The Pursuit of Happiness" then say goodbye with cheek kiss.

So long Alexander Smith.
MaY your SouL Rest in Peace.

Wednesday, 07 May 2008

STiLL

Masih saja
SembaB :(

Monday, 05 May 2008

Menangis SEmalaM

Semalam kau mampir
atau aku yang mampir ?

Rumah mu yang mungil, tua dan tak asing.
Bersua dengan anak lelakimu ?
Bermain tertawa lepas bersamanya.
Ramah, begitu akrab, tapi terasa aneh buatku.

INi smua Tak NYaTa !
tak Pernah ada.

yang Ku ingat, aku sesungukan
Sinismu..Mata Dinginmu yang TertinggaL begitu sadarku Berkuasa.

TUhan...

Kamu Yang begitu Ku Sayang..
Mengapa ?
Ada Apa ?

Ah...Semoga Kau baik Saja.